02 Agustus 2026
entah menit berapa, tetapi aku telah melihat tom holland diberi sorak ejek sebagai telemakhos, sebelum akhirnya tubuhku melangkah keluar dari studio satu dengan tangan yang sibuk memencet tombol pemesanan ojek online.
i did my part for show that i’m one of this biggest community.
mama menelepon dan berbicara panjang lebar, papa cuma diam—barangkali meredam emosinya yang sudah berubah menjadi lumpur lapindo kalau bisa digambar. katanya aku berubah. sumpah demi tuhan, tidak ada alasan bagiku untuk kembali di permulaan film tersukses tahun ini kecuali karena ucapan tersebut merongrong ke dalam cortex depan kepalaku.
aku tidak merasa sedih, tidak pula takut, atau menyesal atas pilihan bahwa malam ini aku tidak pergi tanpa izin papa dan mama. maksudku, ini yang ke sekian kali—aku tahu meminta izin melakukan hal yang kusuka sama saja dengan membatalkan rencana.
cukup aneh rasanya ketika aku mempertanyakan perasaanku sendiri; (1) ketika aku menggulir layar ponsel dan mendapati remah dari film the odyssey justru makin banyak bermunculan, seolah mengejek kegagalanku untuk menonton malam ini.
atau, (2) ketika kakak menegurku pasca papa yang langsung meneleponnya terkait pergi sendiri tanpa izin di malam hari. kakak tidak bilang apa pun yang terkesan menghakimi, yang jelas adalah bahwa papa punya batas sabar, dan aku diharapkan tak melewati batas tersebut atau sebuah gesper akan berkilat di atas kulit punggungku.
barangkali tuhan minta agar aku tidak tamak dan tahu batasan. lagian, tak semua hari sejalan dengan keinginan, kan? mungkin hari ini punya mama dan papa, karena kemarin direlakannya perizinan mereka untukku menonton spiderman: brand new day tanpa pertanyaan ‘balik jam berapa’.