Ditulis oleh, Lea.
Di kelas 3 ini, aku jadi banyak belajar tentang hal-hal yang sebelumnya tidak kuketahui sama sekali, dan jadi kenal orang-orang lain yang tengah sama-sama berjuang. Mereka super-duper keren—lebih masya Allah lagi karena tidak pelit berbagi ilmu. Aku bahkan sempat berpikir, “Apa mereka tidak takut merasa tersaingi, ya? Bukankah orang ambisius itu notabene cukup sulit untuk berbagi seputar mata pelajaran?” Soalnya, jujur, yang kutahu seperti itu.
Tapi kenyataannya, ada juga orang-orang baik yang mau berbagi pengetahuan, yang alih-alih takut temannya jadi saingan—mereka malah saling mendoakan. Allahumma baarik.
Aku sebenarnya tidak berminat kuliah, kalau bukan karena tekad orang tuaku yang begitu tinggi, disertai harapan besar mereka agar ada kampus yang berkenan menerima anaknya. Rasanya, aku tidak akan terpikir untuk mendaftar kuliah. Bukan karena alasan penuh pertimbangan, tapi memang aku merasa bahwa sepertinya aku tidak sepadan.
Jadi, aku ikut beberapa tes masuk perguruan tinggi dengan persiapan yang jauh tertinggal dibanding teman-teman seperjuangan lainnya. Mereka hebat-hebat. Ada yang ikut segala macam try out, menonton materi dan latihan soal yang, kalau aku hanya melihat judulnya saja, sudah bikin pusing kepala duluan.
Dan segala tes itu aku jalani dengan super-duper santai, seperti orang dengan harapan yang sangat tipis T____________T.
Tapi, dari semua tes tempatku mendaftar, salah satu yang membuatku tidak menyesal adalah ikut serta sebagai partisipan SNBT-UTBK. Karena dari situlah aku mulai tahu banyak info terkait dunia perkuliahan. Itulah awal mula aku mencari tahu langkah pertama agar bisa ikut SNBT-UTBK.
Jadi, kalau nanti ada orang yang bertanya padaku, “Apa hal iseng-iseng yang paling aku syukuri, bahkan aku jadikan saran untuk orang-orang lain?” Kayaknya aku tanpa ragu akan menjawab: ikut SNBT-UTBK. Bahkan kalau kamu sudah masuk kuliah pun, ikut saja. Event tahunan yang cuma bisa diikuti maksimal tiga kali itu, sayang sekali kalau dilewatkan.
Rezeki seorang hamba tidak akan hilang kok, sudah ditakar oleh Yang Maha Kuasa. Tidak ada istilah kesal pada mahasiswa yang tetap ikut SNBT. Kalau itu rezekimu—ada di universitas tersebut, di jalur suksesmu—Allah pasti akan beri jalan masuknya.
Semangat, kawan-kawan pejuang masuk kuliah demi mewujudkan Indonesia Emas! Semoga Allah senantiasa memberikan jalan terbaik untuk kita semua.